Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Properti » Strategi Menjual Properti di Masa Pandemi

Strategi Menjual Properti di Masa Pandemi

(194 Views) September 5, 2020 4:53 pm | Published by | No comment

Menjadi pelaku penjual properti yang sukses tentunya membutuhkan kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap berbagai kondisi yang terjadi di lapangan – adaptabilitas. Tidak dapat di pungkiri, pandemi COVID-19 telah menyebabkan penurunan aktivitas di seluruh sektor perekonomian tidak terkecuali industri properti. Hal ini menyebabkan para pelaku usaha properti harus memutar otak menyusun strategi yang dibutuhkan untuk tetap dapat menghasilkan keuntungan dari penjualan properti. 

Daftarkan diri anda sebagai Star Sales Finder (GRATIS)

  • Jual properti hanya modal handphone & aplikasi
  • Jam kerja suka-suka
  • Siapa saja bisa bergabung

Dapatkan Komisi Finder 50% KLIK DISINI


Saat ini, pelaku usaha properti harus menyesuaikan dengan keterbatasan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, yaitu keterbatasan dalam melakukan penjualan secara tatap muka. Sehingga pelaku usaha properti harus meningkatkan implementasi metode penjualan secara non-konvensional yang utamanya dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital.


“Prinsip dasar new normal adalah merubah kebiasaan lama ke dalam bentuk kebiasaan baru. Bisnis properti harus menyesuaikan kondisi yang banyak berjumpa fisik dengan cara digital activity,” kata Alvin Andronicus selaku Commercial and Business Development AKR Land dalam wawancara dengan responden Bisnis.com – Ilham Budhiman. 


Berikut adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan dalam berjualan properti di masa pandemi:

  1. Menggunakan aplikasi online untuk memasarkan produk 

Saat ini industri properti di warnai dengan keikutsertaan instansi pemasaran properti berbasis online. Dengan kemudahan yang diberikan oleh fitur-fitur aplikasi dan besarnya ukuran pasar dari jumlah pengguna aplikasi yang terpusat, membuat pemasaran properti berbasis online semakin bersaing dengan pemasar properti konvensional. 

2. Maksimalkan konsultasi berbasis online

Selain menawarkan keamanan kesehatan, konsultasi berbasis online juga menawarkan metode pemasaran yang lebih nyaman dan efisien kepada penjual properti. Dengan menggunakan sarana digital seperti video call untuk memasarkan produk, penjual dan pembeli tidak perlu menggeluarkan biaya tambahan transportasi untuk bertemu dan konsultasi dapat dilakukan dimana dan kapan saja. 

3. Manfaatkan kekuatan dan kerjasama tim sales melalui sistem Co-Broker

Kesulitan dalam melakukan listing dan mencari calon pembeli adalah tantangan utama terhadap industri properti dalam masa pandemi. Salah satu solusi terhadap permasalahan ini adalah dengan menerapkan sistem co-broker

Co-Broker atau co-operation broker adalah suatu sistem dimana dua atau lebih sales/agen properti bekerjasama untuk memasarkan produk properti. Hal ini mempermudah listing properti dan pencarian calon pembeli dikarenakan dalam sistem co-broker, seluruh sales/agen terlibat dapat saling berbagi informasi dan bertukar listing unit properti.

Dengan co-broker penjualan properti pada masa pandemi dapat dimaksimalkan karena penjual akan terhubung ke sales/agen lain yang memiliki akses ke calon pembeli. Selain itu sales/agen properti akan diuntungkan dari besarnya jaringan co-broker itu sendiri, sehingga dapat meningkatkan penjualan mendatang. 

4. Berikan fleksibilitas dan kemudahan pada calon pembeli

Pandemi COVID-19 tidak hanya memberikan kesulitan perekonomian pada penjual tetapi juga pembeli properti. Dengan menurunnya produktifitas akibat pandemi, pembeli akan lebih tertarik membeli properti yang menawarkan kemudahan finansial. Kemudahan finansial yang diinginkan oleh pembeli meliputi tawaran promo dan bonus, kemudahan cara pembayaran, rendahnya DP dan cicilannya, dan rendahnya cicilan unit properti. 

5. Memperhatikan protokol kesehatan pada masa pandemi

  1. Penjualan properti saat ini harus menjamin kesehatan antara penjual dan pembeli. Sehingga protokol kesehatan seperti: menjaga jarak 1,5m, menggunakan masker dan hand sanitizer, dan pengecekan suhu tubuh harus tetap di lakukan. Walaupun protokol ini biasa dilakukan dalam pertemuan tatap muka pada masa pandemi, pertemuan tatap muka juga harus dibatasi dan hanya dilakukan apabila mendesak.


Demikian adalah 5 strategi yang dapat dilakukan dalam menjual properti di masa pandemi. Meski industri properti mengalami penurunan performa pada masa pandemi, alangkah baiknya apabila keuntungan yang didapatkan juga dikontribusikan terhadap penanggulangan pandemi. Hal ini berguna untuk mempercepat pemulihan ekonomi sehingga diharapkan industri properti juga dapat pulih.

No comment for Strategi Menjual Properti di Masa Pandemi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *