Jumat, 05 Des 2025 - :
25 Nov 2025 - 10:38 | 24 Views | 0 Suka

Miris, Masjid Bersejarah di Wanantara Cirebon Nyaris Ambruk Terkena Longsor

2 mnt baca

ariefkomarudin.com – Masjid Mahar Syisidik, yang berusia lebih dari satu abad di Blok Wanantara, Desa Kubang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, kini terancam ambruk.

Bangunan bersejarah yang berdiri sejak 1880 itu hanya berjarak sekitar tidak lebih dari 1 meter dari bibir Sungai Cipager setelah tebing penopangnya ambles hingga 12 meter dan memanjang sekitar 40 meter.

default

Sejak itu, abrasi Sungai Cipager terus terjadi khususnya saat musim hujan. Tanah di sekitar masjid itu tergerus perlahan dan mengancam fondasi bersejarah tersebut.

Ketua RT 11 Blok Wanantara, Sulaeman mengungkapkan, peristiwa itu bermula dari banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut pada Januari 2025.

Jika dilihat sekilas dari depan, Masjid Wanantara masih tampak kokoh. Namun, di bagian belakang, kondisi bangunan terlihat rapuh karena tanah penopangnya telah ambles hingga 12 meter dengan panjang kerusakan mencapai 40 meter. Arus sungai yang semakin mendekat dari waktu ke waktu membuat risiko ambruknya Masjid tersebut cukup besar.

@arief_komarudin Masjid Berusia 145 Tahun di Blok Wanantara Desa Kubang Kec. Talun Kab. Cirebon Terancam Longsor Masjid bersejarah Mahar Syisidik di Blok Wanantara, Desa Kubang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, kini berada di ambang kehancuran. Bangunan yang berdiri sejak tahun 1880 itu nyaris runtuh setelah banjir bandang Sungai Cipager pada Januari 2025 menghantam dan menggerus habis pondasinya. #masjidwanantara #taluncirebon #cirebon #cipager ♬ suara asli – ariefkomarudin

Masjid ini tidak hanya sebagai tempat ibadah warga sekitar, tapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan tiga pondok pesantren. Setiap harinya sekitar 270 santri memenuhi ruang masjid tersebut. Hingga kini, para santri tetap melaksanakan salat berjamaah di masjid yang terancam longsor tersebut.

 

Sulaeman mengatakan, kondisi masjid tersebut membuat dirinya merasa khawatir. Bahkan, setiap kali masjid digunakan untuk kegiatan berjamaah, ia merasa takut terjadi bencana longsor yang membahayakan nyawa jamaah.

Dampak abrasi yang tidak segera ditangani, memunculkan kekhawatiran bangunan masjid tetiba ambruk saat jamaah sedang menjalankan salat.

Menurutnya, pihaknya sudah berupaya meminta pihak terkait seperti Dinas PUTR Kabupaten Cirebon, Dinas PUTR Provinsi Jawa Barat, hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melakukan penanganan.

Surat permohonan tersebut sudah dilayangkan ke sejumlah pihak terkait sejak awal tahun. Namun, hingga kini belum ada tindakan nyata.

 

Penulis Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan
Beranda
Bagikan
Lainnya
0%